135

Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Seratus tigapuluh lima orang tidak pernah kembali ke rumah. Mereka dipulangkan aparat keamanan. Al-fatihah.
Yang Belum Berhasil Kita Rebut Sepenuhnya

Yang saya percaya, semula sepakbola memang milik mereka. Para elit daratan Britania. Keluarga kerajaan, jamaat gereja, juga anak-anak bangsawan yang bersekolah di kampus-kampus ternama. Mereka membuat batasan, mereka membuat aturan, mereka memformulasikan permainan menendang benda hingga bisa disebut sepakbola. Namun di masa itu hanya mereka yang boleh memainkannya. Sepakbola menjadi permainan suci. Sepakbola menjadi permainan […]
Seringkali Kita Menjadi Pihak yang Kalah

Selama yang diteriakkan ialah jauhkan politik dari sepakbola, maka selama itu juga kita berada di pihak yang kalah. Bayangkan, saat tokoh politik bisa duduk di tribun sepakbola dengan nyamannya. Padahal kehadirannya tidak bisa dilepaskan dari identitas dan kepentingan politiknya. Di saat bersamaan, kita, elemen terbesar di tempat itu justru menjadikan politik seolah suatu yang haram […]
Sudahlah, Lupakan Dulu Sepakbola

Sudah saatnya, atau bahkan mungkin sudah seharusnya, kita lupakan dulu sepakbola. Bila fokus pembicaraan adalah carut-marut kompetisi, tentu sudah menjadi hal biasa. Menjadi hal tidak asing ketika janji lanjutan kompetisi November lalu pupus begitu saja. Bahkan ketika jadwal seolah sudah tertata begitu rapih. Bahkan ketika waktu yang dinanti hanya tinggal beberapa hari lagi. Pun dengan […]